Tuhanku bernyanyi untukku...
Apalah
jadinya hidupku saat ini…?
Mungkin aku sudah mati
Terhilang dan tak berarti
Dibawa dan terkurung dalam ruangan gelap
Penuh ratapan dan kertak gigi
Makananku tiap detik hanya api dan penderitaan
Air mata ku kering karena selalu menangis
Tubuhku habis meleleh
Tercabik-cabik
Dan terurai seperti daging busuk
Menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan
Namun tubuh ku akan kembali utuh lagi
Tapi kembali lagi…
Meleleh
Tercabik-cabik
Dan
Terurai bagai bangkai
Hingga menimbulkan sakit tak tertahankan yang selalu ada
Ada dan terus ada
Dan menghancurkan asa
Asa?
Apa itu?
Kata itu tak dikenal disana
Buat apa asa?
Tak ada lagi asa di sana
Asa sudah mati!
Semua penderitaan akan menjadi tontonanku setiap hari
Dan kesakitan akan ku nikmati setiap detik tiada henti.
Hari?
Detik?
Apa itu?
Kata-kata itu tak dikenal disana!
Waktu terasa berhenti
Semua itu akan berlangsung selamanya
Selamanya
Selamanya
Tak ada lagi guna waktu jika kata selamanya
Menaruh tahtanya disana
Tak mampu ku bayangkan
Jika seandainya 2000 tahun yang lalu
Jauh di surga sana
Tuhan ku menyanyikan lagu Ada Band…
Dia bernyanyi:
“HARUSKAH KU MATI KARENA MU?
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU?
HARUSKAH KU RELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU?
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU?
TANPA KAU TAHU BETAPA TULUS HATIKU
Tapi…
Dia tidak menyanyikan lagu itu
Tapi Dia memilih yang lain.
Dia lebih memilih menyanyikan lagu Franky Sihombing…
Dia bernyanyi:
“OH CINTA…
HANYA KARENA CINTA…
TIADA YANG LAIN SELAIN DIRIMU DIHATIKU
DARI SISIKU
SEGALA-GALANYA KAN KU BERIKAN PADAMU
SEUMUR HIDUPMU…
KU CINTAI ENGKAU…
KASIHKU…”
Dia membuka mahkotaNya
Melepaskan jubahNya
Dan meninggalkan tahta kudusNya
Dia meninggalkan kemuliaanNya
Untuk satu tujuan
Mati demi aku
Menebus dosaku
Menyembuhkan luka-lukaku
Menyembuhkan sakitku
Dan memberikan hidup yang kekal kepadaku
Selamanya…
Adalah hal yang terindah dan tak tergantikan
Di surga
Bersama Tuhan Yesus…
Selamanya…
Terimakasih Tuhan Yesus…
Buat cintaMu.