Memilih untuk jatuh cinta sama dengan memilih untuk bunuh diri. Kau tidak akan memikirkan lagi tentang dirimu, kau akan memikirkan cintamu. Kau tidak akan mempersoalkan kenyamanan mu, tapi kau akan memperjuangkan kenyamanan cintamu. Semuanya terjadi seakan-akan egomu telah kau bunuh dan kau kubur dalam-dalam. Keegoanmu adalah dirimu. Kau membunuh dirimu dengan membunuh egomu. Mungkin ini terlihat tidak manusiawi atau mungkin cenderung gila, bahkan mungkin kamu tidak akan pernah rela memberikan cinta model seperti ini kepada siapapun. Kita terlalu mencintai diri kita sadar ataupun tidak. Mencintai diri sendiri memang sangat baik, tapi jika terlalu mencinta diri sendiri itulah yang membuat kita sulit untuk membagikan cinta itu buat orang lain.
    Bayi adalah sosok mahkluk hidup yang hanya memiliki ego dalam dirinya. Dia belum mengerti mengenai arti berbagi, semuanya dia lihat berdasarkan sudut pandang kenyamanannya saja. Banyak orang merasa telah dewasa, padahal sebenarnya dia sama saja dengan bayi yang hanya memikirkan egonya, dirinya. Kedewasaan tidak diukur dari seberapa banyak usia kita, atau seberapa banyak uban di kepala kita. Tapi sejatinya dewasa itu diukur dari seberapa besar cinta yang telah dia bagikan bagi orang lain. Dia hidup bukan untuk dirinya lagi, tapi bagi orang lain.
    Memilih untuk jatuh cinta sama dengan memilih untuk bunuh diri, membunuh ego dan keakuan demi cinta.
    Pernah berpikir kalo ternyata Tuhan juga punya ego?
    Tuhan punya ego, kalo dipikir2 terlalu capek Tuhan  memikirkan manusia yang nggk pernah sedetikpun memikirkan Dia. Tapi cinta Nya terlalu besar untuk kita, sehingga Dia tidak menghiraukan egonya. Dia bunuh egonya. Apa buktinya?
    Yesus Kristus adalah buktinya. Dia itu Raja di atas segala raja, yang memilih menjadi budak. Dia yang punya surga dan dunia, tapi Dia datang dalam kesederhanaan, bahkan lahir di tempat yang tidak pantas: kandang! Dia Tuhan di atas segala Tuhan, tapi Dia memilih untuk menjadi sama dengan manusia, rendah! Dia nggk kenal dosa, tapi rela jadi kutuk karena dosa. Untuk apa Dia lakukan itu semua? Demi cinta! Kamu cintaNya, kamu yang terus ada dipikiranNya.
    Siapa sih yang pernah rela mati untuk mu?
    Dia nggk hanya rela membunuh egonya, tapi Dia rela mati untukmu, untuk kita. Dia beri segalanya, bahkan nyawaNya, demi cintaNya: KITA.
    Aku heran ada begitu banyak orang yang tergila-gila dengan sosok Michael Jackson, Justin Bieber, atau siapalah yang saat ini sedang banyak diidolakan banyak orang. Mereka bisa lakukan apa saja untuk bertemu dengan sosok idolanya. Padahal belum tentu sang idola itu mengenalnya, bahkan mungkin nggk akan pernah rela mati untuknya. Sedangkan Yesus Kristus, Sosok yang pernah rela mati demi dia karena cintaNya, tidak pernah diperdulikan, bahkan dianggap nggk penting.
    Betapa sedihnya hati yang penuh cinta itu, hati Tuhan yang rela melakukan semua itu demi cintaNya: manusia.
    Kalo kamu merasa nggk ada yang mencintai dirimu sedemikian besar, kamu salah! Ada satu orang yang mencintaimu dengan cinta yang sangat besar. Hanya kamu yang ada dipikirannya, kamu punya tempat special dihatiNya, dan Dia selalu menantimu, menunggumu untuk setidaknya menyapa Dia, memanggil namaNya. Dia terlalu rindu untuk hanya menunggu. Tapi Dia tidak mau memaksamu, Dia menunggu hingga kau sendiri yang memutuskan untuk datang padaNya dan menikmati cintaNya.
    Atau kau pernah terluka karena cinta yang kau terima sebelumnya ternyata meninggalkanmu, hanya mengambil keuntungan darimu, hanya memanfaatkanmu, hanya menyakitimu, bahkan merusakmu? Itu bukan cinta.
Dia punya cinta yang berbeda dengan yang dimiliki dunia. Dia tidak akan pernah berhenti mencintaimu, tidak akan pernah lelah mencintaimu. Takkan pernah meninggalkan mu.
Dia masih menunggumu..