Malam itu aku berjalan dengan langkah yang besar menyusuri jalanan ramai yang penuh dengan kios-kios kecil di kiri dan kanannya. Perasaan letih yang menyerang ku tak membuatku berniat mengurangi kecepatan langkah ku, langit sudah sangat gelap dan aku mesti segera pulang.

Mata ku yang sedari tadi hanya tertuju pada satu arah saja pada ujung jalan di hadapan ku, tiba-tiba terusik oleh sesosok pria yang sedang duduk di sisi jalanan ramai itu. Spontan aku mengurangi kecepatan langkah ku dan mulai memperhatikan sosok menyeramkan ini. Pria gondrong dan berwajah brewok ini menggunakan jaket khas penjahat dan jeans usang. Cukup kekar dan tangguh untuk dihadapi jika diamati dengan serius.

Pemandangan menyeramkan ini langsung berubah seketika saat aku melihat ternyata di samping pria ini duduk seorang anak kecil, teramat lucu kelihatannya ketika memperhatikan anak kecil ini menggunakan gaun merah putih imutnya dan sedang menikmati chiki-chiki di tangannya yang gemuk. Haha…hatiku tertawa senang menyaksikan keluguan anak kecil ini ketika dia minta pria brewok di sampingnya untuk menyuapi dirinya dengan chiki-chiki tersebut. Pria brewok ini dengan penuh perhatian langsung menyuapi si kecil ini dengan lembutnya. Mereka sungguh sangat dekat satu sama lain, dalam keheningan di antara hiruk pikuk jalanan liar di sekelilingnya, mereka tetap saling berbagi kasih, seolah-olah hati mereka dapat berbicara satu sama lain. Dari kedekatan itu aku tahu bahwa pria brewok ini membawa seorang anak yang teramat lucu dan menggemaskan untuk dilihat.

Sesaat aku terpaku melihat pemandangan di hadapan ku, melihat kasih seorang bapa pada anaknya, melihat kemesraan diantara mereka, tak peduli meski keadaan di sekelilingnya begitu keras dan jahat, keadaan jalananan yang jauh dari kenyamanan dan ketenangan, semua itu tidak mengusik kebahagiaan diantara mereka, menikmati sebungkus chiki-chiki bersama.

Sangat kontras melihat ini semua, perpaduan antara keseraman seorang pria brewok dengan kelucuan seorang anak kecil dihadapan ku. Dan keseraman dari pria itu langsung sirna begitu si kecil ini bersamanya.

Aku jadi sadar ternyata di balik keluguannya, seorang anak kecil mampu mengubah suasana yang buruk menjadi menyenangkan dengan kelucuan mereka, hati yang keras, mampu luluh oleh kelembutan mereka, dan keseraman, kekuatan dan kebengisan seorang pria dapat hilang di tangan yang kecil.

Di dalam keluguan seorang anak kecil, mereka sebenarnya memiliki kuasa yang besar. Di balik kelemahan fisik seorang anak kecil, ternyata ada kekuatan besar di dalamnya. Jangan remehkan mereka.